Testimoni

Berikut adalah testimoni yang singgah ke saya, baik langsung, via sms, blog, atau email.

ditunggu juga kesan pesan dari sahabat semuanya. buku ini jauh dari sempurna, kritikan yang membangun tentu sangat berguna.

Salam, Azti Arlina🙂

12 responses to “Testimoni

  1. Salam!
    mbak selamat atas karyanya. saya beli beberapa buku tersebut untuk hadiah. salah satunya saya hadiahkan ke Teh Ninih.
    sukses selalu mbak..

  2. Bagus buku nya mba… saya ikut baca juga..
    walaupun saya kan daddy…🙂

    jadi lebih tau banyak masalah yg dihadapi kalo istri kerja..
    banyak dilema ternyata… xixixixi.

  3. saya sudah baca buku ini..
    betul sekali yang tertulis disana, selama ini profesi ibu rumah tangga selalu diremehkan..

    sukses Azti !

  4. Meski di FIM Asty adalah ‘anak’ saya, tapi di buku ini Asty mampu menjadi ‘guru’ tempat saya menemukan jawaban beragam pertanyaan., tempat saya dituntun dan kembali diyakinkan, bahwa apa yang diperjuangkan dalam perjalanan selama ini ( meski jatuh bangun dan tidak mudah ) itu adalah sebuah kebenaran yang harus terus diperjuangkan ( tidak hanya melawan orang lain, namun terlebih menundukkan diri sendiri ).

    Saya menyadari, apa yang ditulis Asty tidak akan selalu disambut baik oleh sebagian wanita ( terutama tentu yang selama ini selalu curiga dengan kutipan ayat-ayat yang dipakai Asty, sebagai sesuatu yang mereka sebut sebagai sebuah “ Tafsir Lelaki, sebuah pembodohan “ Duh teganya ya ?

    Anyway, sebagai seseorang yang pernah dekat dengan berbagai ideologi perjuangan wanita ( maaf, para aktifis “Ehm” *)biiip… lebih suka menyebut perempuan, tapi dalam Islam kata Wanita ternyata lebih terhormat ketimbang “ Perempuan “ ) saya sangat merasakan makna yang dalam untuk sebuah peran sebagai Ibu Rumah Tangga dan kata “ Sabar dan selalu bersyukur “ seperti yang Asty ajarkan di buku ini.

    “ Kemarahan “ atas status sebagai Ibu Rumah Tangga yang oleh segelintir orang yang sebetulnya bermasalah secara pribadi, telah dijadikan wacana publik, dengan popularitas, kedudukan dan money sebagai provokasi. Mereka tidak malu-malu memproklamirkan statusnya sebagai seseorang lajang dan “ Tidak menikah “ tapi punya anak. Mereka tidak pernah lelah mengkampanyekan gerakan ” Anti Menikah ”, dengan mencitrakan institusi rumah tangga sebagai lembaga yang melegalisasi perampasan atas hak-hak perempuan. Mereka juga berpropaganda seks bebas, seks sesama jenis sebagai sesuatu yang indah dan ” Harus dihormati, harus diakui ( kalau ga awas )”.

    Selama ini wanita muslim lebih banyak sebagai penonton, terengah-engah dalam gebukan perang opini dengan polesan HAM sebagai jurus maut yang mematikan. Kini saatnya para Muslimah bicara dan membuktikan, bahwa Insya Allah kita dapat menjadi pahlawan di jalan sunyi, berjuang diam-diam dalam karya nyata ( dan sepi publikasi&pujapuji tentu karena niatannya hanya mencari Ridho Allah semata ) , untuk membangun sebuah peradaban yang memanusiakan kembali manusia. Amin..Amin ya Rabbal Alamin.

    Bravo Asty, ditunggu nasehat dalam karya berikutnya!🙂

  5. Aku hadiahkan buku tersebut untuk umi-ku..🙂

  6. Selamat ya, Ti. Engkau memang perempuan gigih. Buku ini menjadi bukti komitmen ananda yang berbakti.

  7. mba azti….
    daku juga sudah baca… (hehe…buku yang dihibahkan mba azti untuk rumbel KITA)

    hmm…ada satu bagian yang ‘berkesan bangett…’ dan momennya waktu itu passs banget…
    yang ini lo mba..

    Waktu Fatimah,putri Rasulullah menangis karena letih menggiling gandum setiap hari. Sampai-sampai tangan Fatimah menjadi kasar..lalu Rasulullah yang waktu itu mampir ke rumahnya, dengan sangat halus memberikan nasehatnya (intinya begini) ” Kalo Allah berkehendak, mesin gandum ini bisa bergerak dengan sendirinya (Rasulullah mencobakan dan memang mesin itu bisa bergerak sendiri). Tapi lihatlah…dengan kesukaran yang engkau rasakan, justru Allah sedang menghapus keburukanmu dan mengangkatmu ke derjat yang lebih mulia.

    hu….subhanallah….
    itu point yang sangat mengena…dan luar biasa, mengajarkan untuk selalu berprasangka baik atas semua ketetapan Allah..

    Boleh jadi, suatu hal terlihat tidak menyenangkan, tapi ternyata, Allah sedang merahasiakan hadiah yang luar biasa indah untuk kita..

    Makasih mba azti…
    yuks…kita tunggu karya berikutnya…😀

  8. Yeni Septi Ariyanti

    Superrr ka’Az…

    Bukunya sangat menginspirasi dan menambah wawasan qt akan tugas dan fitrah qt sebagai perempuan.

    Jadi pengen cepet2 menyempurnakan fitrah sebagai perempuan. Menjadi Perempuan Shalihah, Istri yang taat, Ibu yang bijak dan Madrasah pertama untuk generasi dan umat.

    Membuat ibu tetap tersenyum dalam letih dan lelahnya adalah hal yang membahagiakan…

    ditunggu buku2 inspiratif selanjutnya.

    Barakallah ka, Ma’anajah..

    • Jadi pengen cepet2 menyempurnakan fitrah sebagai perempuan —> maksudnya, pingin nikah gitu ya,Yen..? hehe..

      jazakillah.. alhamdulillah kalau buku nya bisa bermanfaat🙂

  9. Assalamualaikum mbak Azti, aku Juju di condet Jak-tim, aku dah berkluarga n punya 2 buah hati, maaf nih mbak sblmnya, februari kmrn aku beli buku mbak Azti Keep Smiling For Mom n dah aku bc, ternyata Alhamdulillah bk itu pas bgt dg bk2 yg aku bc saat itu n skrg ini, aku lg bnyak membaca buku tentang Muhammad Teladanku n Siti Khodijah beserta putri2 Beliau, aku kagum lo . . dg mbak Azti stlh bc profil mbak.

    Aku berharap dg perkenalan ini aku bs ketularan bnyak kebaikan dr mbak Asti. Terimakasih bnyak atas perhatian mbak Azti, Good luck . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s