Teruslah Melangkah, Ghaza.. !

bukanlah hal yang aneh jika saat ini ia sudah bisa berjalan. usianya sudah 14 bulan, justru sebuah usia yang telat bagi anak sepantarannya. kemarin ini, ada saudara yang anaknya umur 12 bulan sudah lancar berjalan. ada lagi yang 14 bulan sudah sangat lincah bahkan loncat-loncat, tapi Ghaza.. ponakan pertamaku ini,, benar-benar ‘terlambat’.

kami sadar dan faham, setiap anak memiliki proses perkembangan yang berbeda-beda. konon ada yang bilang, kalo anak cepat jalan maka bicaranya lama. ada juga yang sebaliknya. atau katanya ada anak yang numbuhin gigi duluan, dsb. aku sendiri tidak terlalu perduli, karena bagiku,, bagimanapun mereka usia-usia tersebut memang sangat lucu-lucunya.

Ghaza sendiri pun punya gaya perkembangan yang unik. kecerdasan otaknya sangat cepat merekam segala sesuatu yang dilafadzkan oleh kita. ketika mendengar adzan, ia langsung bisa mengikuti iramanya meski dengan vokal yang cadel. ketika ada yang sholat, ia langsung bisa mengikuti gaya takbir orang sholat dan bertakbir dengan gaya yang cadel. atau ketika melihat Al-Qur’an, dengan respon ia akan membuka halamannya dan mendengungkan suara berirama. persis yang biasa ia dengar dari abi-nya. karena itulah harus hati-hati berbicara dengannya. karena salah sedikit, ia akan salah faham.

Pernah ketika ia melihat neneknya minum dengan gelas, ia mendekat dan minta minum dengan gelas tersebut. namun sang nenek bilang “abis.. abis..” sambil menunjuk gelas. taukah apa hasilnya..?? sampai saat ini kalau melihat gelas pasti ia bilang “abis.. abis..” dst.
atau ketika tanpa sengaja kita tertawa ngakak depannya, maka ia akan langsung mengikuti gaya tertawa kita.. *hm.. bener-bener golden age.
aku pribadi kalo memanggil dia selalu dengan ekspresi yang setengah teriak ” jajaaaaaaaaa…..” kataku. walhasil, dia pun sekarang kalo ketemu aku seperti itu. bahkan ia memanggil aku -tantenya- dengan sapaan : “jajaaaaaa….” juga😦

butuh tenaga ekstra untuk melatih Ghaza berjalan. bukan karena kakinya yang kecil, atau tubuhnya yang belum seimbang, dsb. Namun kelemahan Ghaza dari dulu adalah keberaniannya. padahal, kami tau bagaimana kemampuan ia berjalan. dari dulu badannya sudah ‘enteng’ dan kakinya juga sudah ‘imbang’. masalahnya cuma satu : Ghaza takut. Ghaza takut mencoba.

berbagai strategi udah kami lakukan agar ia mau mencoba berjalan. tapi tetap ia takut luar biasa. akhirnya kami juga tidak terlalu memaksa, ya.. jangan sampai usia emas ini menorehkan sebuah trauma dalam hidupnya.

salah satu asyiknya bermain dengan Ghaza adalah, ia sudah bisa diajak berdiskusi. meski kadang ia menjawab hanya dengan ekspersi-ekspresi. tapi sejauh ini.. ia sudah bisa memahami apa yang kita maksud. asyik juga diajak beres-beres rumah, contoh : “gaza kasih ini ke nenek ya.. taro sepatu di tempatnya.. taro ini atas meja.. dsb ” ya.. itung-itung sambil belajar jalan lah.. ^^

dan seminggu yang lalu, saat kami jalan-jalan ke Mal Artha Gading,, kami mengajak Ghaza tentunya. Mall adalah tempat kesukaan dia.. selain banyak lampu kelap-kelip, banyak gambar-gambar baru juga yang suka ia tunjuk-tunjuk… terlebih di arena bermain.. ia bisa melihat berbagai macam mainan ‘auuu…’ (auuu = cara ghaza memanggil binatang)

dan disanalah diskusi terjadi.
“Ghaza jalan sendiri ya.. tuh ada auuu.. yuk jalan yuk…” kataku sambil menghentakkan kaki..
matanya antusias melihat sang ‘auuu’ . “yuk.yuk..” jawabnya.
kali ini kedua tangannya udah aku lepas, ia sudah berdiri sendiri. tapi tetap ia takut melangkahkan kaki..
“yuk jalan yuk.. bunda udah jalan niy…” aku sambil jalan di tempat..
namun ketika ia mau melangkah, ia takut, dan  kembali duduk..
“ga papa.. yuk jalan yuk.. tuh ada auuu… nih bunda jalan ya.. satu-dua-satu-dua…” kataku sambil berirama. kali ini dia jadi tertarik..
dan perlahan… ia pun melangkahkan kaki itu sempurna..”satu-dua-satu-dua…” yup.. Ghaza jalan.. ia berhasil jalan… meski sangat berat melangkahkan kaki satu dan lainnya…
namun setelah ada lima menit kesukaran itu berlalu.. ia berjalan dengan lincahnya..ia berjalan bahkan sangat semangat..🙂
greaat… ponakan ku hebaaat..

sesekali ia jatuh, dengan refleks aku bilang “horee….” agak aneh memang. tapi buktinya, ia menganggap jatuh itu adalah bagian dari permainan. walhasil, ketika jatuh pun ia tepuk tangan dan berusaha bangkit lagi…
hari itu akhirnya Ghaza berjalan dengan lincah..
tidak butuh waktu yang lama, karena pada awalnya pun ia sebenarnya sudah bisa jalan, hanya ia takut mencoba.

*berfikirr….
entah apa jadinya kalo kami sampai gagal menanamkan ‘positif feeling’ pada sesuatu yang baru dan menantang pada diri seorang Ghaza…
bisa jadi, kelak ia akan menjadi orang yang selalu takut mencoba sesuatu…

padahal, diberi nama Ghaza agar kelak ia bisa menjadi seorang Pejuang yang Berani..

semoga……..

“terus melangkah, Ghaza… !”

One response to “Teruslah Melangkah, Ghaza.. !

  1. makasih ya azti sharingnya.. setuju banget kalau setiap anak punya kemampuan uniknya masing-masing dan perkembangan amira-ku hampir sama kaya ghaza, masih belum pede untuk jalan sendiri.. kalau jalan terus jatoh dia kaya trauma gitu, btw makasih ide untuk tetep memberi semangat pas lagi jatoh.. hihi.. nanti dicoba deh..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s