Qaryah Thayyibah

Di daerah salatiga sana, ada sebuah sekolah alternatif yang -kalo kita lihat dari fisik aja- pasti kita akan meremehkan sekolah tersebut. .. gada kelas, gada guru, gada buku2,, tapi meskipun ga ada atribut seperti sekolah lainnya, disana ada anak-anak kreatif yang memilih cita-cita tinggi dan potensi dahsyat.

awal tahun 2009 kemarin, saya dan teman-teman sempat berkunjung ke sana. berikut postingan yang saya copast dari blog saya. semoga bermanfaat🙂

Seumur-umur, baru kali ini aku hanyut mendengarkan lantunan lagu dari ST12. Bukan karena ST12 adalah groupband kesayanganku, atau syairnya yang ‘aku banget’. tapi aku merasa jadi seperti orang yang jatuh cinta dan dihanyutkan oleh lagu. Ya, syair lagu tersebut mampu membawa ingatanku pada 10 hari yang lalu,, saat kunjungan kami ke Salatiga, ke sebuah istana bernama Qaryah Thayyibah.

Istana itu tidaklah megah, terlebih berfasilitas serba ‘wah’. Ia hanyalah sebuah sekolah dengan ukuran gedung dan luas halaman –yang- seadanya. Tapi dari ‘seadanya’ tersebut telah lahir karya-karya yang membanggakan dari para penghuninya. Ya, para penghuninya adalah anak-anak cerdas yang bahagia. Bahagia karena bisa belajar apa yang mereka inginkan.

pada dasarnya setiap manusia punya rasa keingintahuan. Hanya orang yang ga waras saja yang tidak memilikinya” ujar Pak Din, sapaan dari Bahrudin pemilik dan pendiri Qaryah Thayyibah. Percakapan kami saat itu memang teramat seru. Jawaban-jawaban dari Pak Din cukup membuat kami tercengang dan berfikir dua kali, kemudian mengangguk-angguk setuju. Pak Din bukanlah orang pendidikan, bukan pula orang pemerintahan. Tapi beliau adalah orang yang memihak pada anak, yang justru jarang dimiliki oleh mereka yang mengaku pendidik.

‘keinginan guru atau orang tua yang kadang membunuh potensi anak’ujarnya. Bagi Pak Din, guru tidakbisa menvonis seorang anak pintar atau bodoh dengan angka-angka nilai. Setiap anak memiliki kecerdasan sendiri. Begitupun orang tua, kadang keinginan mereka terhadap anak membunuh potensi anak itu sendiri.

mendidik anak itu seperti memelihara tanaman dari kecil. kita dukung dan fasilitasi untuk terus tumbuh dan berkembang. Ketika ada ancaman dari luar, entah itu ayam yang ingin merusak, atau gulma dan parasit-parasit lainnya, maka segera kita pagari. Tapi yang dipagari jangan tanamannya, melainkan ancamannya. Kita pagari segala hal yang mengancam tanaman itu, agar tanaman itu bisa terus tumbuh dan berkembang meluas ke tempat lainnya…” jelas Pak Din.

Di sekolah itu, Pak Din memang membebaskan anak-anaknya ingin belajar apa. Dan beliau selalu memberi dukungan. Ketika anak ingin belajar musik, teater, membuat film, menulis buku, ilmu kesehatan, ilmu astronomi, bahkan ilmu kepribadian sekalipun, Pak Din mempersilahkan semuanya.

Hingga jadilah anak-anak Qaryah Thayyibah yang kaya inspirasi. Mereka membuat forum-forum belajar yang mereka inginkan. Mereka menikmatinya, hingga kadang saatnya pulang sekolah pun mereka masih terus berada di forum tersebut. Ya, mereka kecanduan belajar.

(nb foto : buku karya anak-anak Qaryah)

Memberikan kepercayaan pada anak memang bisa menumbuhkan jiwa tanggung jawab. Sang anak yang diberikan kebebasan belajar dengan sendirinya akan memberikan laporan/ report akan hasil belajarnya, kepada Pak Din, mentor, dan orang tua mereka. Bahkan, meski mereka secara formal tidak belajar kurikulum yang ditetapkan Diknas, tapi mereka tetap bertanggung jawab untuk mendapatkan ijazah –seperti harapan orang tua mereka- dengan mengikuti ujian kesetaraan. *so.. berkarya oke.. belajar pun lanjut.. 😀

(nb: foto Pak Din mendapatkan kenang-kenangan dari rumbel :P)

Tepat sepuluh hari yang lalu kami di Salatiga. Dari sebuah ruangan tempat mereka berkumpul, lagu ST12 ini mengalir, menemani obrolan santai kami berbagi inspirasi.

Patas 82 Depok – Priuk,
ditemani pengamen yang melantunkan lagu ST12
“so sweeet…..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s