“..Bunda.. “

‘Nda…Nda…’ pagi itu, bibir mungilnya berhasil melafadzkan kalimat tersebut. Memanggil kata “bunda” meski masih dengan vokal yang cadel. ‘nda..nda…” awalnya aku sama sekali tidak menyadari, aku hanya berlalu tidak menanggapi sama sekali. Sampai akhirnya bocah kecil itu menyusul ke kamarku, dan mengulangi kata baru itu dari bibirnya : “nda..nda…”

“oh, manggil Bunda ya…?? Aduh….” Jelas aku girang bukan kepayang. Toh selama ini ia hanya tidak bisa memanggil aku. Sedangkan untuk memanggil yang lain, ‘umi..abi..om .. nenek. Kakek.. tante..’ sudah terdengar fasih sekali.

“coba panggil lagi.. bunda..bunda…’
‘nda..Nda…’ katanya mengulang. Lucu sekali.

Anak itu, bukanlah anakku. Ia anak kakakku. Dulu waktu baru lahir sempat terjadi diskusi kecil tentang panggilan masing-masing. “panggil nenek atau eyang uti ya..?? atau nini..??” ‘panggil kakek atau abah ya…?” dsb. Begitupun denganku. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk dipanggil Bunda saja. Toh kedengerannya lebih ‘enak’ ketimbang dipanggil tante yang kesannya kecentilan *hehe. kalau dipanggil ‘Ammah kayanya soleh banget. Bunda kayanya lebih enak, lebih akrab. Panggilan Bunda ini juga rencananya bukan hanya untuk dia, para ponakanku. Tapi untuk anakku kelak. Insya allah beberapa tahun lagi aku juga akan punya anak kan..? *ehem, nikah saja belom😀

‘.. nda.. ini..ini..’ kali ini sambil menggoyangkan tangannya. Mengisyaratkan agar aku ke tempatnya. Oh..maksudnya ‘bunda.. kesini..kesini..’ rupanya. Aku senang sekali mendengarnya. Dan tau sendiri kan bagaimana anak kecil yang baru bisa kosakata baru, pasti ia akan mengulangnya terus dan terus. Walhasil, hari ini aku GR bukan kepayang,  lantaran ia memanggilku berulang-ulang. “nda..nda..’

Tiba-tiba aku jadi tau bagaimana kebahagiaan seorang ibu ketika pertama bisa mendengar namanya dipanggil dari bibir buah hatinya. Aku bisa membayangkan bagaimana bangganya ia, ketika segala sesuatu yang terjadi, pasti ia lah yang akan dipanggil pertama oleh buah hatinya. Bangun tidur sang anak akan memanggilnya : “Mama…”, takut sesuatu sang anak akan menjerit dan minta pertolongan kepadanya: “Mama…”, mau sesuatu, lapar, haus, pipis, sakit, senang, pasti ia akan memanggil nama tersebut. Sungguh aku bisa membayangkan kebahagiaan menjadi seorang ibu kala itu.

Dan tiba-tiba, aku juga jadi teringat obrolan singkat bersama seorang klien di sebuah pesan messanger. Salah satu keunggulan punya bisnis online memang seperti ini, tanpa sadar kadang jadi sangat akrab dengan klien, meski hanya sering bertemu di dunia maya. Kurang lebih beginilah kutipan percakapann kami :

“ kalau anakku yang terakhir paling kasihan mbak,, saat ia kecil kurang perhatian kami orang tuanya, saat itu kami sangat sibuk dengan pekerjaan. Bahkan Mbak, ia baru bisa memanggil saya Mamah ketika di usia hampir dua tahun. Padahal jauh sebelumnya ia sudah sangat fasih memanggil nama ‘bibi…’.apakah itu tidak menyedihkan Mbak…?”

Mendengar cerita tersebut aku tercengang, menelan ludah. Aku yang belum pernah memiliki anak ini sempat bingung, benarkah ada hal seperti itu?
Namun kenyataannya memang ada di depan mata.
Meski aku yakin, cinta ia kepada anak-anaknya sungguh begitu besar mengalahkan siapa pun.

“ yang penting ketika dewasa ia menjadi anak sholeh bu,, dan berbakti pada orang tuanya..” kataku saat itu, bingung harus berkata apa.

‘semoga ya Mbak… sekarang aku udah mundur dari proyek, aku ingin banyak mengghabiskan waktu bersama anak-anak aja mbak, jadi sekarang aku lebih banyak bobo dan main sama anak-anak.. hehehe ’”

“wah.. seru dong bu.. kalo gitu met bobo dan main deh..”

Percakapan kami pun berkahir. Tanpa sadar aku tersenyum lega.

Aku faham ini adalah PR besar yang telah Allah tunjukkan padaku. cukuplah peristiwa memilukan itu terjadi pada ibu itu saja, tidak terjadi pada ibu-ibu lain, terutama pada diriku kelak. Semoga ya Allah..

“karuniakanlah kami mata hati untuk bisa memberikan cinta…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s