Alhamdulillah, Keep Smiling 4 Mom terbit :)

Pernah punya impian menghadiahkan kado untuk ibu mu..??
Saya yakin, setiap kalian pasti punya. Kecuali kalau kalian termasuk anak durhaka kaya malin kundang (hehe)

Saya pribadi sangat punya impian tersebut, dulu waktu pertama kali kerja.. ingin rasanya membelikan kado untuk ibu di gaji pertama saya, tapi.. entahlah.. saya bingung apa yang harus saya berikan, mengingat waktu itu gaji saya Cuma 1.5 juta. Sedangkan.. untuk standar ibu saya.. -yang pengusaha-.. uang tersebut pastilah bukan apa-apa. Meskipun saya tau seorang ibu tak akan melihat materi dari pemberian anaknya. tapi hal tersebut nyatanya sempat membuat saya bingung, belikan baju? Tas? Sepatu? Sandal? Jilbab..?? ah.. ibu termasuk orang yang idealis banget untuk hal begituan, percuma saya belikan juga ibu tau mana barang bagus dan mana barang begajulan.. hehe,,

Setelah ditanya: ternyata ibu minta dibelikan durian.. alhamdulillah gaji pertama saya mampu membelikan ibu sebuah durian yang harganya 30 ribu rupiah.

Berlanjut.. tentunya durian saja tidak akan cukup dong dijadikan sebuah hadiah untuk wanita setangguh ibu. Saya berfikir.. kira-kira kado apa yang pantas untuk ibu..??
Hm.. selidik demi selidik, dari dulu ibu lagi kepingin banget dua hal. Yaitu : umrah with keluarga, dan ibu pingin punya mantu lagi (permintaan yang kedua itu sangat menyudutkan saya, hehe..

Dalam hati, saya pun bertekad untuk mewujudkan keduanya. tiba-tiba saya tertantang untuk mengumpulkan uang untuk umrah. Sebenarnya bukanlah hal yang sulit bagi orang tua saya mengumpulkan uang untuk umrah keluarga. Alhamdulillah Allah memberikan kami pintu rejeki yang senantiasa dipermudah (semoga begitupun seterusnya). Tapi masalahnya, ayah bukan typical orang yang seperti itu. Prinsip ayah, ibadah kok jauh-jauh.. lihat disebelah kita pun masih banyak yang kekurangan.
Jadilah ayah lebih senang mengumpulkan uang untuk membantu kegiatan-kegiatan social. Lebih senang membagi uang untuk para janda, membantu orang yang kelilit hutang dan memikirkan solusinya, memberikan beasiswa untuk anak-anak yang ga mampu, mengumpulkan uang untuk merenovasi musholah, dsb. Sekali lagi prinisip ayah : “haji sudah cukup toh, uang nya digunakan untuk ibadah yang lain saja..”

Jauh di lubuk hati.. saya tau ayah juga merindukan baitullah. Keinginan untuk umrah keluarga tentu ada. (siapa sih yang ga mau..) apalagi jika di keluarga sudah lengkap dengan mantu dan cucu, tentu kebahagiaan sendiri untuk orang tua. Tapi prinsip ayah untuk yang satu itu sangat kuat. Namun syukur alhamdulillah.. setidaknya, ayah mengajarkan kami tentang prioritas sebuah ibadah. Ibu pun kadang hanya suka tersenyum faham mendengar penuturan ayah.

Mengenai niat saya mengumpulkan uang untuk memberangkatkan umrah ibu –juga ayah tentunya-, mungkin terlalu jauh. “mimpi lo tie..?” tapi entahlah, saya sudah mencatatnya dala peta hidup saya. Lebih bahagia lagi kalau bisa berangkat haji bareng orang tua, suami dan mertua. (hehe). Setidaknya saya yakin, Allah pasti membantu niat saya.

Langkah besar di mulai dari langkah-langkah setapak. Saya pun mencoba membuat langkah-langkah setapak untuk mencapai hal tersebut.
Agak mustahil kedengarannya, kalau saya mengumpulkan uang dengan menulis buku. Jatuh bangun. Jungkir balik. Ga karuan. Revisi sana-sini. Tapi alhamdulillah.. kemarin lusa saya menerima sms dari editor, bahwa buku saya sudah selesai dan akan didistribusikan.

Sekali lagi, alhamdulillah..

Sebenarnya ga ada yang istimewa dari buku kedua saya ini (buku pertama yang saya tulis sendirian). Tapi satu hal yang membuat saya merasa buku ini istimewa adalah… buku ini benar terinspirasi dari ibu saya, juga dipersembahkan untuk ibu saya..
Rasanya tak sabar ingin menyerahkan buku ini sambil mencium punggung tangan beliau.. (sepertinya moment lebaran bagus nih.. bakalan jadi episode termehek-mehek. hehe.. )

Dan seperti rencana awal, memang buku ini saya tulis sebagai tabungan awal untuk umrah/ haji keluaga. Hehe .. (selanjutnya saya menghitung, berapa buku yang harus saya tulis ya sampai cita-cita itu tercapai.. ^_^

Meskipun ketika saya croscek ulang, ternyata keinginan ibu untuk umrah tidak menggebu-gebu seperti dulu. “ibu pingiin punya mantu dulu aja deh.. biar nanti lengkap umrahnya…” katanya datar. ***

Kalian juga bisa menghadiahkan buku ini untuk ibu kalian..

Simak sharing para ibu :
yang dialami oleh Astri Ivo sebagai seorang ibu dari ke 4 anaknya..

juga Dra.Wirrianingsih yang berhasil mendidik ke-10 anaknya sebagai penghafal Al-Qur’an

ada lagi kisah Anneke Putri yang meninggalkan dunia keartisan, dan memilih untuk fokus menjadi ibu rumah tangga

semuanya ada di sini..🙂🙂

2 responses to “Alhamdulillah, Keep Smiling 4 Mom terbit :)

  1. wahhh,,pengen bukunyaa🙂
    untuk calon ibu juga boleh kan,ukh? ehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s