Sudah Punya Rekomendasi Bacaan Untuk Ramadhan? :)

bismillah🙂

Ramadhan sudah diujung mata. sebagai bulan yang penuh barokah, setiap manusia selalu berlomba mengejar kebaikan didalamnya, salah satunya ilmu. kali ini saya menawarkan buku-buku paket ramadhan yang bisa dijadikan rekomendasi untuk bacaan di bulan suci Ramadhan.

semua buku ini saya rekomendasikan karena saya pernah baca sebelulmnya, dan merasakan dahsyatnya🙂

1. Fiqh Puasa : menurut saya ini buku wajib yang harus diulang-ulang bacanya ketika menyambut Ramadhan. ini buku fiqh puasa paling lengkap yang bisa membantu kita menjalankan ibadah puasa dengan benar🙂

2. Ku Bisikkan Untukmu :  ini saya beli sekita 2 tahun yang lalu. dan ternyata sekarang dicetak ulang dan ga pernah bosen bacanya🙂 buku ini berisi catatatn renungan untuk dibaca setiap harinya selama bulan Ramadhan. ada 30 tulisan yang semuanya subhanallah..  dijamin ga nyesel baca buku ini😉

3. Sepuluh Sahabat Bintang Al-Qur’an, : yupp.. ini karena Ramadhan adalah bulan Syahrul Qur’an. dan buku ini bercerita tentang 10 anak penghafal al-Qur’an yang dijamin akan Mupeeng, alias Muka Pengen, karena mereka sungguh luar biasa perjuangannya menjadi seorang penghafal Qur’an

4. Keep Smiling For Mom : kalau tadi anak-anak nya yang bercerita, kali ini ibunya yang bercerita tentang bagaimana perjuangan mendidika anak-anak penghafal Al-Qur’an. simak pula curhat para ibu seperti Astri Ivo dan Anneke Putri dalam menjalani perannya menjadi seorang ‘ibu’.

5. Muhammad SAW, super leader… dst. naah.. kalo buku ini, saya rekomendasikan juga. ini isinya tentang shirah, tapi ini bukan shirah loh. bahasanya populer dan dekat dengan kehidupan sekarang ini. dijelaskan bagaimana Muhammada berperan sebagai pemimpin, pedagang, suami, guru, dsb. rekomendasi untuk semua profesi🙂

6. Khadijah, true Love.. dst. kalo saya pribadi senang membaca tentang kisah-kisah sahabat dan sahabiyah. dan buku Khadijah versi ini, saya rasa sangat lengkap dan enak dibaca. siap-siap terpesona dengan kedahsyatan ibunda Khadijah🙂

7. Sebelum jauh-jauh mencari solusi, perbaiki dulu shalat kita : kalo yang ini buku baru. saya juga belum baca🙂 tapi sudah dibeli nih. dan dilihat dari judulnya kaya bener banget : dari pada puyeng nyari solusi masalah, mending kita sholat dan mengadu kepada si pemilik masalah.

8. Perempuan Sejati, Tauladan di Medan Dakwah. ini juga saya baru beli😀  nanti akan saya ceritakan lagi.. rencananya sih jadi bacaan bulan ramadhan juga.

oya btw, dalam rangka menyambut ramadhan, dan dalam rangka mencari uang tambahan untuk kuliah. kali ini saya membuat paket buku ramadhan dengan harga yang cukup menarik🙂

temen-temen semua boleh pilih mau paket berapa🙂

harga satuan :

fiqh Puasa : Rp.35.000,-

Keep Smiling For Mom : Rp.39.000,

10 sahabat bintang Al-qur’an : Rp.34.000,-

Muhammad Saw, Super Leader : Rp.99.000,-

Khadijah : Rp.69.000,-

Ku Bisikkan Untukmy : Rp. 35.000,-

*dan saya masih nyari buku2 yang laiin.. ada yang punya rekomendasi..?🙂

semoga bisa bermanfaat :)

alhamdulillah.. senangnya ketika klik google dengan nama Azti Arlina, ada seorang ibu yang membuat resensi buku saya, dan dishare ke para bunda yang lain.

satu hal, yang paling membahagiakan bagi seorang penulis adalah, ketika bukunya bisa bermanfaat untuk banyak orang. semoga begitu seterunya.. semoga saya semakin ikhlas, bismillah🙂

The 7 Ways to be Happy Mom (Azti Arlina)

oleh : http://www.ayankMira.blogspot.com

Dear Bunda….

apakah diantara Bunda2 masih ada yg merasa belum bahagia, meskipun hidup di tengah anak2 yang lucu, suami yang baik, harta yang cukup? sedangkan di sisi lain, ada seorang bunda yang hidup dalam keadaan yang cukup, belum dikaruniai anak, suami juga hanya pekerja biasa, namun hatinya sangat merasa bahagia. mmmm… dimana yaa salahnya?

Continue reading

Waspada anak-anak, dari tayangan Luna Maya!

Huwaaaaaa!!!!! Akhirnya saya harus ikut omong tentang ini. Tentang gosip menjijikan dari foto horror yang dperankan oleh Luna Maya dan Ariel😦 Awalnya saya udah sumpah gak mau ikutan nimbrung masalah ini. Tapi kejadian pagi tadi, tentang percakapan dua anak sekolah itu… saya jadi mengelus dada. Rasanya ingin menculik dua bocah berseragam merah putih itu dan mencuci otaknya.

“ ehh lu tau kan Luna Maya ada video horornya”
“iya.. kemaren gue liat di TV, ada kok di internet”
“udah nyebar kok.. di internet, di hape temennya abang gue juga ada..” dst.

Halo Dik..?? berapa usia mu siiih..?? kasian sekali sudah harus mendapatkan informasi seperti itu.

Continue reading

Proses.. Ta’aruf.. Kenalan.. apapun namanya, dalam rangka mencari Jodoh :)

Dear.. sedikit ingin share artikel yang menarik.. pas dan menohok banget untuk teman-teman yang mungkin sedang mempersiapkan jenjang pernikahan. sedang ingin proses,, bingung.. atau sedang jatuh cinta dengan seseorang yang baru saja dikenal. waaiiitt…!! baca dulu deh, artikel berikut. semoga bermanfaat yaaa🙂🙂

————————————-

MUDAH HADIR, MUDAH PULA SIRNA. Oleh : Tatty Elmir.

Seketika saya ternganga, ketika seorang sahabat dekat yang sudah seperti saudara sendiri menegur saya yang entah kenapa senang sekali jadi mak comblang ( hahahaaa pengakuan jujur ceritanya )

“ Emang ga takut ya kalau terjadi apa-apa ?”, sergah si kakak.
“ Lha, mau ibadah kok takut ?“ balas saya
“ Iya kalau mereka bahagia, kalau ga ? dikau bakal disesalin mereka seumur hidup adekku “
“ Yah kan semua ada konsiderannya mba ( saya sok-sok menyesuaikan bahasa dgn si kakak yg ahli hukum )…soal resiko semua serba mungkin. Tapi kalau diniatkan ibadah..kan harus ikhlas…. Termasuk ikhlas jika disalahkan kalau memang salah atau dianggap salah “, jawab saya belagak kalem, padahal dalam hati deg..degan juga, sambil mikir….apa iya niat baik saja bisa jadi jaminan untuk sesuatu hasil yang baik ?. Belum lagi mata dan telinga kita yang sering sekali salah melihat dan mendengar… plus keterbatasan pusat memori yang kerap salah persepsi itu ?.

Saya terhenyak, ketika si ‘kakak’ meneruskan serangannya,
“ Tat, kebayang ga… si Fulan dan si Fulin yang baru saja kita kenalkan 2 bulan lalu sekarang sudah minta dinikahkan ? “,
“ Apa ? “, saya benar-benar kaget tak menyangka progresnya secepat itu. Padahal saya tahu persis mereka selama ini terpisah di benua berbeda. Hanya bersua di dunia maya, paling banter mendengar suara di telepon, alias belum pernah bertemu muka di dunia nyata.

Tiba-tiba saya teringat peristiwa tadi pagi, antara Ciawi – Jakarta, seorang ‘sahabat’ menasehati anak gadisnya yang sebentar lagi akan menjalani hidup menjadi mahasiswi rantau Insya Allah. Continue reading

Mamah, jangan marah pliiiss ;)

Pernah terbesit gak sih.. apa hal yang paling berpengaruh

ketika seorang anak sering mendapat bentakan dari ibunya..??

Sebelumnya izinkan saya bercerita tentang adik saya, namanya Hamka. Saat ini ia sedang menempuh kuliah di sebuah universitas negri di Bandung. Usia kami terpaut enam tahun. Jadi ketika saya duduk di bangku kelas 1SD, Hamka baru lahir. Karena usia yang cukup jauh inilah maka saya pun sudah cukup bisa mengamati, apa dan bagaimana lingkungan adik saya. Meski saat itu saya sama sekali tidak bisa menganalisa.

Hamka adalah anak lelaki satu-satunya di keluarga kami. Orang tua kami sibuk, karena keterbatasan ekonomi, belum lagi kebutuhan kami yang cukup banyak untuk biaya sekolah, madrasah, pesantren, dsb. maka saya yang saat itu masih duduk di bangku SMP pun sudah sangat memahami kondisi tersebut. Konsekwensinya, saya pun mengurus adik saya.

Ibu saya tergolong keras mendidik anak. Keras dengan marah. Beberapa teman menganggap ibu saya galak. Meski kami semua tau –termasuk juga Anda tentunya- bahwa segalak apapun seorang ibu di hatinya adalah sejuta cinta untuk anaknya. Dan kami faham sikap ibu seperti itu tak lain adalah untuk mendidik kami. Terbukti, Diantara keluarga yang lain, memang orang tua kami yang paling berhasil mendidik anaknya. Sampai lulus dengan prestasi terbaik. Mendapat pelajaran agama yang terbaik. Dan di terima di universitas ternama pula. Continue reading

Anneke Putri, senang dengan peran baru..

Pengalaman paling membahagiakan memerankan diri sebagai ibu adalah ketika melihat anak-anak menyambut kedatangan saya. Ketika mobil saya diparkir depan rumah, dan seketika itu pula anak-anak langsung ke depan pintu kemudian menyambut dengan antusian, “Mama, mama …,” saya merasa semua kelelahan hilang semua.

Saya sangat bersyukur sekali Allah masih memberikan kesempatan ini kepada saya. Kalau diingat-ingat, sebenarnya apa yang saya lakoni sekarang ini adalah cita-cita saya waktu kecil. Dulu waktu SMP, di buku biodata teman-teman, saya suka menulis tentang cita-cita:  ingin menjadi ibu rumah tangga yang baik dan benar.

selengkapnya : https://keepsmiling4mom.wordpress.com/order-buku/

Wirianingsih, Berbagi Pengalaman menjadi Ibu dari 10 anak Penghafal Al-Qur’an

“Terkadang saya suka bertanya sendiri, apa hal yang paling membuat saya bahagia dalam hidup ini? Ternyata jawabannya adalah sesaat setelah saya melahirkan.”

Menjadi ibu dari sepuluh anak bukanlah bagian hidup yang saya rencanakan. Meski hal tersebut pernah diutarakan oleh suami, tapi saya hanya menjalani, dan ternyata benar Allah menghendaki saya memiliki sepuluh buah hati tersebut.

Seperti para ibu lainnya, tentulah masa ketika anak-anak masih kecil sangat merepotkan. Terlebih saya tidak mempunyai pembantu, sehingga sebelum tidur saya harus sudah menyiapkan bahan-bahan yang akan dimasak, kemudian disimpan di kulkas. Sebelum subuh saya sudah bangun, menyusui anak dulu, lalu setelah itu langsung ke dapur dan mulai memasak. Kalau si kecil bangun, saya terpaksa harus masak sambil menggendong bayi.

Kerepotan tersebut semakin terasa ketika anak-anak sudah banyak dan hampir semua sekolah. Saya menyiapkan anak-anak sebelum berangkat ke sekolah dengan keterbatasan yang ada, tapi saya selalu berusaha untuk tidak mengeluh. Dan hal tersebut juga saya wariskan pada anak-anak agar tidak mengeluh. Jalani saja! Alhamdulillah, anak-anak bisa mengerti kondisi, mereka tidak mengeluh sedikitpun walau harus makan seadanya. Padahal, saat itu saya menyiapkan makan siang mereka di subuh hari, dan mereka baru menyantapnya di waktu zuhur. Rasanya pasti sudah tidak seenak masakan baru matang, tapi alhamdulillah mereka bisa menerima.

Dengan segala kondisi yang ada, anak-anak tidak ada yang mengeluh, mereka memahami segala keterbatasan yang dimiliki oleh orangtua mereka. Dan menurut saya, itulah pentingnya berbagi perasaan kepada anak, sehingga anak pun bisa paham dengan kondisi yang ada.

Setelah anak yang paling besar berangkat sekolah, pekerjaan pun masih belum selesai. Saya masih harus mengurus dan menyuapi anak-anak yang masih kecil. Semua itu saya jalani sekitar tujuh tahun lamanya. Continue reading